Jangan Salah Pilih! Inilah Jenis-Jenis UPS Access Point yang Bisa Anda Gunakan

UPS Access Point yang mana yang cocok dipilih? Setiap perusahaan tentunya memiliki jadwal pekerjaan yang sangat padat. Namun, terkadang terjadi hal-hal tidak terduga seperti pemutusan aliran listrik, jika pemutusan aliran listrik ini terjadi terlalu sering dan terus saja berulang, tentu perusahaan Anda akan mendapatkan banyak kerugian bukan? Kerugian tersebut diantaranya adalah hilangnya berbagai data dan rusaknya perangkat fisik.

Apa itu UPS?

Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, perusahaan Anda perlu menggunakan layanan UPS, apakah itu? UPS atau Uninterruptible Power Supply atau bisa juga diartikan sebagai suplai daya bebas gangguan, yang mana UPS ini merupakan perangkat yang digunakan untuk menyimpan serta menyediakan daya cadangan saat perangkat elektronik yang Anda gunakan (seperti TV, komputer, dan lainnya) daya listriknya putus secara tiba-tiba.

Selain itu, perangkat UPS ini juga bisa digunakan sebagai alat yang mengatur masuknya arus listrik dari perangkat elektronik Anda, sehingga listrik yang diterimanya jadi lebih stabil. Tentu hal ini membuat perangkat elektronik Anda jadi tidak mudah rusak akibat aliran listrik yang terputus. Namun, perangkat UPS access point ini hanya bisa Anda gunakan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, sekitar 10-17 menit saja. Hal ini dikarenakan UPS hanya menyediakan daya listrik 600 watt.

Jenis-jenis UPS

Perangkat UPS ini memang memiliki peran yang cukup penting untuk membantu pekerjaan Anda, jika dilihat dari cara kerjanya, perangkat UPS terbagi menjadi tiga jenis berbeda, diantaranya adalah,

1. Standby (Offline) UPS

Jenis UPS yang satu ini memiliki sistem yang lebih kecil dan biasanya digunakan untuk keperluan pribadi, contohnya disambungkan dengan perangkat komputer milik pribadi. Saat terjadi aliran listrik yang tidak stabil karena adanya pemadaman listrik, Standby UPS akan secara otomatis mengambil alih sebagai penyuplai listrik untuk komputer Anda.

2. Line-Interactive UPS

Sedangkan dalam infrastruktur bisnis yang memiliki skala kecil, Anda bisa menggunakan Line-Interactive UPS, cara kerjanya mirip dengan Standby UPS, hanya saja kemampuannya dalam mengatur tegangan secara otomatis jauh lebih baik.

Pada perangkat UPS ini terdapat monitor yang bisa digunakan untuk memantau pasokan listrik yang masuk, selain itu, monitor ini juga bisa digunakan sebagai pendeteksi ada tidaknya tegangan listrik yang rendah atau tinggi.

3. Online Double-Conversion UPS

Berbeda dari kedua jenis UPS lainnya, Online Double-Conversion UPS ini memiliki sumber daya utama dari daya baterai yang terpasang, bukan dari suplai listrik yang masuk, sehingga perangkat UPS ini tidak tidak perlu waktu peralihan karena akan bekerja secara otomatis saat terjadi pemadaman listrik.

Itulah beberapa Jenis perangkat UPS access point yang perlu Anda ketahui, perangkat UPS ini memang memiliki cara kerja yang cukup sederhana, namun Anda perlu memilih perangkat UPS yang tepat dan sesuai dengan perangkat elektronik yang dihubungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*