Fungsi UPS bisa Anda nikmati baik itu untuk penggunaan pribadi maupun kantor (perusahaan). Di perusahaan sendiri, UPS bahkan sangat umum ditemui. Apalagi di era modern seperti saat ini, di mana penggunaan perangkat elektronik jadi sebuah hal wajar untuk menunjang aktivitas dan mendukung produktivitas sehari-hari.

Apa Fungsi UPS?

Umumnya, perusahaan memanfaatkan UPS sebagai pendukung generator. Lebih spesifik lagi, UPS berfungsi untuk menangani proses peralihan sumber tenaga atau daya antara listrik PLN dengan generator. Artinya, UPS memberi waktu bagi generator untuk menyala begitu terjadi pemadaman listrik sehingga perangkat atau mesin yang digunakan tidak langsung mati total.

Unit UPS pun banyak digunakan di dalam gedung-gedung tinggi yang membutuhkan lift. Dengan begitu, pengguna lift tetap bisa mencapai lantai yang dikehendaki meskipun listrik padam sekalipun berkat adanya UPS. Artinya, lift tidak akan mendadak mati dan risiko pengguna terjebak di dalam lift saat pemadaman listrik pun bisa dihindari.

Dengan memberikan waktu bagi perangkat dan alat untuk tetap bisa menyala selama beberapa saat setelah pemadaman listrik juga bisa mencegah risiko kerusakan. Karena dengan begitu, perangkat dan mesin masih memiliki waktu untuk dimatikan secara normal, atau beralih ke sumber daya lainnya seperti generator.

Manfaat Penggunaan UPS

Melihat pentingnya fungsi yang dimiliki UPS dalam rangkuman di atas, tentu tak heran jika alat ini menjadi sebuah investasi penting bagi perusahaan. Untuk bisnis berskala besar dengan jumlah UPS yang sangat banyak, biasanya bahkan ada ruang khusus yang memang digunakan untuk menyimpan seluruh unit UPS yang ada.

Dengan menggunakan UPS, perusahaan dapat menikmati manfaat berikut ini:

  1. Mencegah risiko data hilang. Saat bekerja, semua karyawan sampai level eksekutif tentu sedang mengakses file penting di perangkat mereka. Jika listrik tiba-tiba padam dan perangkat mati, ada risiko bahwa perubahan file tidak tersimpan, yang pasti bisa merugikan perusahaan. Tapi dengan adanya UPS, Anda memiliki beberapa waktu tambahan untuk menyimpan file dengan benar dan mematikan perangkat secara normal.
  2. Menjaga kondisi perangkat dan mesin elektronik. Anjloknya daya dalam kasus pemadaman listrik meningkatkan risiko kerusakan pada perangkat dan mesin elektronik, apalagi jika terlalu sering terjadi. Kalau dibiarkan, biaya perbaikan bisa membengkak dan bahkan bisa jadi perusahaan akan harus melakukan investasi besar kembali untuk pembelian perangkat dan mesin dalam jangka pendek. Untungnya, UPS bisa jadi sumber daya sementara yang bisa meminimalisir risiko tersebut sampai akhirnya perangkat dan mesin bisa beralih ke sumber daya lain.
  3. Mengurangi risiko terjadinya kebakaran. Pemadaman listrik yang mendadak dapat mengganggu arus listrik dan meningkatkan risiko kebakaran yang disebabkan oleh hubungan arus pendek (konslet). Sementara itu, UPS bisa bantu jaga stabilitas arus listrik sehingga risiko konslet pun bisa dihindari, yang juga berarti risiko kebakaran dapat diminimalisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*