Perangkat Uninterruptible Power Supply atau UPS adalah alat yang digunakan untuk mengatur arus listrik yang diterima oleh perangkat elektronik. Dengan koneksi tersebut maka peralatan elektronik akan menjadi lebih aman dari kerusakan akibat arus listrik yang tidak stabil.

Fungsi UPS adalah pada instalasi listrik yaitu sebagai cadangan listrik sementara ketika sumber listrik utama padam, untuk menstabilkan arus listrik yang masuk ke perangkat elektronik, mencegah kerusakan peralatan elektronik, serta mampu membantu backup data.

Pada umumnya, perangkat UPS dengan daya 600 watt mampu memberikan daya listrik sebesar 400 watt selama 10-17 menit saja. Komputer yang terhubung dengan UPS tidak akan langsung mati saat listrik padam. Hal ini karena UPS bisa membantu menyimpan data yang sedang dikerjakan.

Jenis-Jenis UPS

Berdasarkan cara kerjanya, UPS dibedakan menjadi empat jenis. Beberapa jenis ini bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan keinginan Anda. Pastikan Anda bisa mempertimbangkan dengan matang sebelum memilih salah satunya.

1. UPS Standby atau Offline

Jenis ini menjadi jenis paling umum yang biasa digunakan untuk pribadi, misalnya untuk komputer. UPS Standby menunggu waktu beroperasi ketika terjadi tegangan yang tidak stabil atau listrik padam.

UPS tipe ini akan mengambil alih secara otomatis dan akan memblok suplai daya utama serta switch akan berpindah saat terjadi gangguan, sehingga arus DC mengalir dari baterai menuju inverter.

2. UPS Line Interactive

Alat ini biasa dipakai para pemilik bisnis kecil yang perlu jumlah arus listrik yang lebih besar. Harga UPS ini lebih mahal dibandingkan dengan UPS Standby. Hal ini karena tingkat reliabilitasnya lebih tinggi dan mampu menyesuaikan dengan jumlah voltase yang tinggi dari peralatan. Terlebih alat ini sering juga digunakan pada beberapa server milik pemerintah.

3. UPS Double Conversion Online

Tipe alat ini biasa digunakan untuk UPS dengan daya lebih dari 10kVA. UPS double conversion online ini memiliki kesamaan dengan tipe Standby. Tipe alat ini memiliki sumber tenaga utama yang terletak pada inverter. Meski tipe ini menghasilkan panas yang cukup tinggi, namun tipe ini bisa dikatakan cukup ideal dari sebuah UPS.

4. Delta Conversion Online

UPS tipe ini berbentuk teknologi konversi ganda yang diperbarui dan tersedia dengan daya 5kVA hingga 1,6MW. Tipe ini memiliki sedikit kemiripan dengan tipe Double Conversion, terlebih saat pasokan tenaga terputus. UPS ini menggunakan inventer untuk selalu memasok voltase.

Itulah penjelasan seputar perangkat Uninterruptible Power Supply dan beberapa jenisnya yang perlu Anda ketahui. Uninterruptible Power Supply sebagai alat tambahan untuk perangkat elektronik bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Bahkan bisa dikatakan bahwa UPS adalah penyelamat untuk perangkat elektronik ketika terjadi gangguan atau mati listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*