Apa Perbedaan Network Cabinet dan Rack Server? Jangan Sampai Salah Pilih
Memilih rack yang tepat merupakan salah satu bagian penting dalam membangun infrastruktur jaringan dan IT. Rack tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan perangkat, tetapi juga membantu menjaga perangkat tetap aman, rapi, mudah dirawat, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Namun, masih banyak yang menganggap network cabinet dan rack server merupakan produk yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dari segi fungsi, desain, ukuran, kedalaman, airflow, hingga jenis perangkat yang biasanya dipasang.
Kesalahan dalam memilih rack dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti rack terlalu penuh, kabel sulit dikelola, perangkat tidak mendapatkan sirkulasi udara yang cukup, hingga proses maintenance menjadi lebih sulit.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan network cabinet dan rack server? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Network Cabinet?
Network cabinet adalah kabinet yang digunakan untuk menempatkan dan mengorganisir berbagai perangkat jaringan. Produk ini banyak digunakan pada kantor, ruang IT, ruang server, maupun instalasi jaringan lainnya.
Beberapa perangkat yang umum dipasang di dalam network cabinet antara lain switch, router, patch panel, firewall, modem, dan berbagai perangkat jaringan lainnya. Salah satu fungsi utama network cabinet adalah membuat instalasi jaringan menjadi lebih rapi dan terorganisir. Kabel jaringan dapat ditata dengan lebih baik sehingga teknisi lebih mudah melakukan pemeriksaan, perbaikan, maupun penambahan perangkat.
Network cabinet juga memberikan perlindungan tambahan terhadap perangkat dari benturan, debu, maupun akses yang tidak diinginkan.
Apa Itu Rack Server?
Rack server merupakan rack yang digunakan untuk menempatkan perangkat server dan perangkat IT lainnya yang menggunakan format rackmount. Perangkat yang biasa ditempatkan pada rack server antara lain server, storage, UPS, KVM switch, network switch, dan perangkat pendukung infrastruktur IT lainnya.
Server biasanya menghasilkan panas yang cukup tinggi ketika beroperasi. Oleh karena itu, aspek airflow dan pendinginan menjadi salah satu hal penting dalam penggunaan rack server.
Desain rack harus memungkinkan udara panas keluar dan udara yang lebih dingin masuk sehingga suhu perangkat dapat tetap terjaga.
Perbedaan Network Cabinet dan Rack Server
Meskipun memiliki fungsi yang hampir serupa, terdapat beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan.
1. Perbedaan Fungsi Utama
Perbedaan pertama adalah fungsi penggunaannya.
Network cabinet lebih banyak digunakan untuk perangkat jaringan seperti switch, router, patch panel, dan firewall.
Sementara rack server lebih banyak digunakan untuk perangkat server, storage, UPS, serta perangkat IT lainnya yang membutuhkan ruang dan pengelolaan airflow yang lebih baik.
Namun, bukan berarti network cabinet hanya boleh digunakan untuk perangkat jaringan dan rack server hanya boleh digunakan untuk server.
Selama ukuran perangkat, kapasitas, kedalaman, dan kebutuhan pendinginannya sesuai, berbagai perangkat rackmount dapat ditempatkan pada rack yang kompatibel.
2. Perbedaan Kedalaman
Kedalaman merupakan salah satu faktor yang sering terlupakan ketika memilih rack.
Beberapa perangkat jaringan memiliki ukuran yang relatif pendek sehingga tidak membutuhkan cabinet dengan kedalaman yang terlalu besar. Sebaliknya, server umumnya memiliki dimensi yang lebih dalam sehingga membutuhkan ruang yang cukup di dalam rack. Selain memperhatikan panjang perangkat, jangan lupa menyediakan ruang untuk konektor, kabel power, kabel jaringan, PDU, dan cable management. Jangan sampai perangkat memang bisa masuk ke dalam rack, tetapi bagian belakangnya terlalu sempit untuk koneksi kabel dan sirkulasi udara.
3. Perbedaan Airflow
Airflow sangat penting untuk menjaga temperatur perangkat. Network cabinet yang berisi banyak switch dan perangkat jaringan tetap membutuhkan ventilasi yang baik. Namun, kebutuhan pendinginan biasanya semakin penting ketika rack digunakan untuk menampung banyak perangkat server.
Server yang bekerja terus-menerus dapat menghasilkan panas dalam jumlah besar. Jika panas tidak dapat keluar dengan baik, temperatur perangkat dapat meningkat dan berpotensi memengaruhi performa serta stabilitas sistem.
Karena itu, pemilihan rack harus mempertimbangkan ventilasi, posisi perangkat, penggunaan fan, serta kondisi pendinginan ruangan.
4. Perbedaan Kapasitas Rack
Kapasitas rack biasanya dinyatakan dalam satuan U atau Rack Unit.
Satu Rack Unit memiliki tinggi sekitar 44,45 mm. Beberapa ukuran rack yang umum digunakan antara lain 12U, 20U, 27U, 32U, hingga 42U. Semakin besar nilai U, semakin besar ruang vertikal yang tersedia untuk memasang perangkat.
Namun, rack yang lebih besar tidak selalu berarti lebih baik. Jika kebutuhan hanya beberapa perangkat jaringan, menggunakan rack berukuran sangat besar mungkin tidak efisien dari sisi penggunaan ruang.
Sebaliknya, jika perusahaan berencana menambah perangkat dalam beberapa tahun ke depan, menyediakan ruang ekspansi sejak awal dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Bagaimana Cara Memilih Network Cabinet atau Rack Server?
Sebelum membeli rack, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
1. Hitung Jumlah Perangkat
Langkah pertama adalah membuat daftar perangkat yang akan dipasang.
Catat semua perangkat seperti switch, router, patch panel, firewall, server, UPS, dan perangkat lainnya. Kemudian perkirakan berapa Rack Unit yang dibutuhkan oleh masing-masing perangkat. Jangan lupa menyediakan ruang tambahan untuk kebutuhan ekspansi di masa depan.
2. Periksa Ukuran Perangkat
Jangan hanya melihat tinggi perangkat.
Periksa juga lebar dan terutama kedalamannya. Pastikan rack memiliki ruang yang cukup untuk perangkat sekaligus menyediakan ruang tambahan untuk kabel dan konektor. Hal ini sangat penting terutama jika rack akan digunakan untuk perangkat server yang memiliki ukuran cukup dalam.
3. Perhatikan Cable Management
Kabel yang tidak tertata dapat membuat rack terlihat berantakan dan menyulitkan teknisi ketika melakukan maintenance. Cable management yang baik membantu kabel tetap terorganisir dan mempermudah proses troubleshooting.
Selain itu, penataan kabel yang baik juga membantu menjaga airflow di dalam rack.
4. Pertimbangkan Airflow
Semakin banyak perangkat aktif yang ditempatkan di dalam rack, semakin besar pula panas yang dihasilkan. Karena itu, pastikan rack memiliki ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan perangkat. Jangan mengisi rack secara berlebihan tanpa mempertimbangkan sirkulasi udara.
5. Sediakan Ruang Ekspansi
Kebutuhan infrastruktur IT dapat berkembang seiring pertumbuhan perusahaan.
Perangkat yang awalnya hanya beberapa unit dapat bertambah ketika jumlah pengguna, sistem, atau kebutuhan jaringan meningkat.
Memilih rack dengan ruang tambahan dapat membantu menghindari kondisi rack terlalu cepat penuh.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Rack
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika memilih network cabinet maupun rack server.
Hanya melihat jumlah U
Jumlah U memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor. Kedalaman, airflow, cable management, dan ukuran perangkat juga harus diperhatikan.
Tidak memperhitungkan kabel
Perangkat mungkin dapat masuk ke dalam rack, tetapi konektor dan kabel membutuhkan ruang tambahan. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, bagian belakang rack dapat menjadi terlalu padat.
Mengabaikan airflow
Rack yang terlalu penuh dapat menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan panas terperangkap di dalam cabinet.
Tidak menyediakan ruang tambahan
Rack yang sudah penuh sejak awal akan menyulitkan ketika perusahaan ingin menambahkan perangkat baru.
Memilih berdasarkan harga saja
Harga memang menjadi salah satu pertimbangan, tetapi kualitas material, desain, ventilasi, kapasitas, keamanan, dan kemudahan maintenance juga harus diperhatikan.
Jadi, Lebih Baik Network Cabinet atau Rack Server?
Jawabannya tergantung pada kebutuhan instalasi.
Jika kebutuhan utama Anda adalah menata perangkat jaringan seperti switch, router, patch panel, dan firewall, network cabinet dapat menjadi pilihan yang sesuai.
Sementara jika kebutuhan utamanya adalah menempatkan server, storage, UPS, dan perangkat IT dengan kebutuhan pendinginan yang lebih tinggi, rack server dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Namun, yang paling penting bukan sekadar memilih berdasarkan nama produk.
Perhatikan jenis perangkat, jumlah perangkat, ukuran perangkat, kedalaman rack, airflow, cable management, serta rencana pengembangan infrastruktur.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Anda dapat memilih rack yang tidak hanya sesuai untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga tetap mendukung perkembangan infrastruktur IT di masa mendatang.
Pilih Rack yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda
Pemilihan rack yang tepat dapat membantu membuat instalasi jaringan menjadi lebih aman, rapi, terorganisir, dan mudah dikelola.
Baik untuk kebutuhan kantor, ruang IT, maupun infrastruktur jaringan yang lebih kompleks, pastikan ukuran dan spesifikasi rack sesuai dengan perangkat yang akan digunakan.
Jika Anda masih bingung menentukan jenis dan ukuran rack yang sesuai, konsultasikan kebutuhan instalasi Anda terlebih dahulu sebelum membeli.
Haganerack siap membantu menyediakan solusi rack sesuai kebutuhan infrastruktur jaringan dan IT Anda.
Lihat juga Katalog Rack Server, Wallmount Rack & Smart PDU untuk panduan lebih lengkap.
Salah satu tipe rack yang paling lengkap adalah rack server all-in-one dengan pendingin, UPS, dan monitoring di dalamnya.
