6 Jenis Rak Server yang Umum Dipakai Beserta Fungsinya
Rak server adalah lemari atau rangka baja berstandar 19 inci untuk menyusun server, switch, patch panel, dan perangkat jaringan lainnya. Jenisnya berbeda menurut cara pemasangan, ukuran, dan tingkat keamanannya. Tiga jenis utama yang paling sering dipakai adalah wallmount rack, close rack, dan open rack.
Kesalahan memilih jenis biasanya baru terasa setelah perangkat terpasang: rack menempel di dinding yang tidak kuat, pintu tanpa kunci di ruangan yang sering dilewati orang, atau udara panas yang terjebak di dalam. Artikel ini membahas enam jenis rak server dan perlengkapannya, kapan masing-masing cocok dipakai, dan cara memilih dengan cepat.

Apa Itu Rak Server dan Apa Fungsinya?
Rak server adalah kerangka baja terstandar untuk menyusun perangkat jaringan dan server secara vertikal. Tinggi ruang pasangnya dihitung dalam satuan U (rack unit). Satu U setara 44,45 mm, sehingga rack 42U menyediakan ruang pasang sekitar 186,7 cm. Rincian ukurannya ada di panduan ukuran rak server.
- Merapikan perangkat dalam satu rangka dengan ukuran standar.
- Melindungi perangkat dari akses sembarangan lewat pintu dan kunci.
- Mengatur udara dan kabel supaya panas tidak menumpuk dan jalur kabel mudah dilacak.
- Memudahkan perawatan karena setiap perangkat punya posisi yang jelas.
1. Wallmount Rack untuk Ruang Sempit
Wallmount rack dipasang menempel di dinding. HaganeRack menyediakannya mulai 4U sampai 15U, cocok untuk kantor kecil, toko, perangkat CCTV, dan jaringan cabang yang lantainya terbatas. Kelebihannya sederhana: tidak memakan lantai sama sekali.
Yang perlu dicek adalah dindingnya. Dinding bata biasanya aman, sedangkan gypsum perlu penanganan khusus, seperti dibahas di wallmount rack di dinding gypsum. Kapasitas beban juga terbatas, jadi jangan menaruh perangkat berat di dalamnya. Panduan lengkapnya ada di wallmount rack: panduan memilih ukuran dan tipe, dan pilihan produknya bisa dilihat di katalog wallmount rack.
2. Close Rack Standar untuk Keamanan Ekstra
Close rack berdiri di lantai dengan pintu depan tertutup dan berkunci. Pintunya tersedia dalam dua pilihan: tempered glass, yang membuat isi rack terlihat, dan perforated, yang berlubang untuk sirkulasi udara. Jenis ini cocok untuk server room kantor atau lokasi yang dilewati banyak orang, karena perangkat di dalamnya terlindungi.
Perbedaan kedua tipe pintu dan pengaruhnya pada suhu dibahas di perbandingan perforated door, tempered glass door, dan heavy duty. Untuk ukuran dan kedalaman, baca close rack: panduan memilih ukuran, kedalaman, dan tipe, lalu lihat pilihannya di katalog close rack.
3. Close Rack Heavy Duty untuk Beban Berat
Heavy duty adalah close rack yang dirancang menahan beban lebih besar, misalnya server yang panjang dan berat atau banyak perangkat sekaligus. HaganeRack menyediakannya dalam lebar 19 inci dan 24 inci. Rangka yang lebih kuat membuatnya umum dipakai di data center.
Perbedaan dengan versi standar dijelaskan di close rack standar vs heavy duty, pemilihan lebar di rack 19 inch vs 24 inch, dan cara menghitung bebannya di kapasitas beban close rack.
4. Open Rack untuk Akses Cepat
Open rack berupa rangka terbuka tanpa pintu dan panel samping. Udara mengalir bebas dan kabel mudah dijangkau, sehingga instalasi dan perubahan berjalan cepat. Konsekuensinya, tidak ada perlindungan fisik. Karena itu open rack lebih cocok ditempatkan di ruangan terkunci seperti data center, lab, atau sentra telekomunikasi. HaganeRack menyediakan open rack 30U sampai 48U dalam seri Standard dan Data Center.
Perbandingannya dengan close rack ada di open rack vs close rack server, dan bedanya kedua seri ada di open rack standard vs open rack data center. Produknya ada di katalog open rack.
5. Data Center Containment untuk Efisiensi Pendinginan
Containment bukan rack, melainkan penyekat lorong yang memisahkan udara panas dan udara dingin di data center. Pemisahan ini membuat pendingin bekerja lebih efisien. Konsepnya dijelaskan di aisle containment data center dan solusi pendinginan lewat aisle containment.
6. Aksesoris Rak Server
Rack yang tepat tetap perlu perlengkapan. Aksesoris yang paling sering dipakai adalah cable manager, blanking panel, PDU, cantilever shelf, dan modul fan. Pembahasannya ada di cable management rack server, blanking panel, cantilever shelf, dan PDU. Semua tersedia di katalog aksesoris rack.
Tabel Perbandingan Jenis Rak Server
| Jenis | Ukuran umum | Keunggulan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Wallmount rack | 4U sampai 15U | Hemat lantai | Kantor kecil, CCTV, jaringan cabang |
| Close rack standar | 16U ke atas, berdiri di lantai | Pintu berkunci, perangkat terlindungi | Server room kantor |
| Close rack heavy duty | Tinggi, hingga 48U, lebar 19 atau 24 inci | Kuat menahan beban besar | Data center dan server berat |
| Open rack | 30U sampai 48U | Akses kabel dan udara bebas | Ruangan terkunci, lab, telekomunikasi |
Cara Memilih Jenis Rak Server
- Di mana rack akan dipasang? Kalau lantai terbatas, mulai dari wallmount. Kalau ada ruang khusus, pertimbangkan close rack atau open rack.
- Seberapa penting keamanan fisik? Perangkat yang mudah dijangkau orang sebaiknya masuk close rack berkunci.
- Berapa banyak perangkat dan seberapa panas? Jumlahkan tinggi semua perangkat dalam U lalu tambahkan cadangan sekitar 20 persen untuk pengembangan. Caranya ada di panduan menghitung kapasitas rack dan berapa U rak server yang dibutuhkan.
Untuk ruang server berukuran kecil, baca juga cara memilih dan menata rack server dari nol. Untuk kebutuhan homelab, lihat jenis rack homelab. Kalau Anda ingin rack yang sudah membawa pendingin, UPS, dan sensor, lihat Smart Rack All-in-One.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya rak server dan network cabinet?
Di lapangan kedua istilah ini sering dipakai bergantian. Perbedaan teknisnya dibahas di perbedaan network cabinet dan rack server.
Berapa ukuran rak server yang pas?
Hitung total tinggi semua perangkat dalam satuan U, lalu tambahkan cadangan sekitar 20 persen. Ruang ekstra ini berguna saat Anda menambah perangkat di kemudian hari.
Bolehkah wallmount rack diisi UPS yang berat?
Tidak disarankan. Wallmount rack dirancang untuk perangkat jaringan yang ringan dan bertumpu pada baut di dinding. Periksa batas beban di datasheet dan baca kapasitas beban wallmount rack. Letakkan UPS berat di lantai atau di bagian bawah close rack.
Apa fungsi pintu perforated?
Lubang-lubang kecilnya membiarkan udara keluar masuk sehingga perangkat lebih mudah dingin. Pengaruhnya pada suhu dibahas di sirkulasi udara close rack dan cara mengatur airflow pada rack.
Belum yakin jenis mana yang cocok? Tim HaganeRack menyediakan konsultasi teknis gratis. Lihat semua pilihan di katalog produk HaganeRack.
Baca juga: Pentingnya Sirkulasi Udara dalam Penggunaan Rack Server.
Baca juga: Mengapa Ventilasi Rack Server Penting untuk Perangkat IT?.
