DIY Cara Buat Homelab Rack Server Sendiri
Panduan Lengkap untuk Pemula yang Ingin Belajar Server dari Rumah
Bayangin kamu punya mini data center di rumah. Bukan cuma satu PC, tapi beberapa server yang bisa kamu atur dan custom sendiri. Kamu bisa belajar networking, virtualisasi, hosting website, sampai automation AI tanpa harus menyentuh server orang lain. Itulah homelab.
Kamu nggak perlu jadi sysadmin ahli untuk mulai. Artikel ini akan memandu kamu dari nol. Yuk, pelan-pelan, masuk akal, dan bisa langsung dipraktikkan.
Apa Itu Homelab?
Homelab adalah lingkungan server pribadi yang biasanya dibangun di rumah untuk belajar, eksperimen, dan testing.
Isinya bisa sesederhana satu PC bekas, atau bisa pakai rak server dengan beberapa node.
Kenapa banyak orang membangun homelab sendiri?
- Belajar server tanpa risiko
- Latihan sebelum masuk dunia kerja IT
- Self-hosting (NAS, VPN, media server, dll)
- Eksperimen tanpa takut “merusak sistem kantor”
Homelab adalah tempat kamu boleh melakukan kesalah. Namanya juga belajar, pasti pernah salah sampai kita berhasil.
Kenapa Menggunakan Rack Server?
Sebenarnya, kamu bisa pakai meja biasa. Tapi rack server memberi beberapa keuntungan untuk kedepannya:
- Perangkat lebih rapi dan terorganisir
- Lebih mudah upgrade perangkat
- Manajemen kabel lebih aman dan rapi
- Pendinginan suhu lebih terkontrol
- Terlihat profesional (dan jujur saja: lebih satisfying)
Untuk homelab pemula, rak 12U–20U sudah lebih dari cukup.
Persiapan: Apa Saja yang Dibutuhkan?
Sebelum beli atau merakit, pahami dulu komponen dasarnya.
| Kebutuhan Kamu | Rekomendasi | Spesifikasi Model |
| Ruang Terbatas / Home Office | Wallmount Rack | HR1260SDG (12U / 600mm) |
| Server Lab Lebih Serius (Deep Units) | Close Rack | HR249P (24U / 900mm) |
| Harga Termurah & Akses Mudah | Open Rack | HOR-30 (30U / 500mm) |
1. Rack Server
Pilihan umum:
- Open rack → murah, airflow bagus
- Close rack → lebih rapi, lebih senyap
Untuk pemula, open rack sering jadi pilihan paling masuk akal.
2. Server / Komputer
Kamu bisa mulai dari:
- PC lama
- Mini PC
- Server bekas (Dell / HP / Supermicro)
Tidak perlu langsung mahal. Fokus belajar dulu.
3. Switch Jaringan
Switch 8–24 port sudah cukup.
Managed switch opsional, tapi berguna kalau mau belajar VLAN.
4. Power
- UPS (penting!)
- PDU (Power Distribution Unit)
- Kabel power yang rapi

UPS bukan aksesoris. Itu pelindung.
5. Pendinginan & Aksesori
- Kipas rack
- Cable management
- Label kabel (ini sering diremehkan)
Menentukan Lokasi yang Tepat
Ini bagian yang sering dilupakan.
Pertimbangkan:
- Ventilasi udara
- Jauh dari air & panas
- Akses listrik stabil
- Kebisingan (server itu berisik)
Banyak orang menaruh homelab di:
- Gudang
- Ruang kerja
- Bawah tangga
Hal yang penting: aman dan sirkulasi udara lancar.
Langkah Demi Langkah Merakit Homelab Rack
Ikuti langkah-langkah berikut untuk merakit homelab sendiri, penting untuk tidak melewatkan atau skip.
Step 1: Rakit Rack
Mulai dari frame rack.
Pastikan:
- Lurus
- Kencang
- Tidak goyang
Pasang perangkat berat (UPS, server) di bagian bawah.
Step 2: Atur Power
Urutan ideal:
Listrik rumah → UPS → PDU → Server & Switch
Gunakan satu jalur power yang jelas. Jangan campur aduk kabel.
Step 3: Pasang Server & Network
- Mount server ke rail
- Sambungkan ke switch
- Gunakan kabel LAN dengan panjang pas
Kalau kabel terlalu panjang, rapikan. Kalau terlalu pendek, ganti. Jangan dipaksa.
Step 4: Nyalakan Server Pertama
Ini adalah step yang paling seru.
Pilih OS:
- Proxmox → virtualisasi
- Ubuntu Server → fleksibel
- TrueNAS → storage
Ikuti installer standar. Tidak perlu konfigurasi aneh-aneh dulu.
Step 5: Konfigurasi Dasar
Hal wajib:
- Update sistem
- Buat user non-root
- Aktifkan SSH
- Firewall dasar
Jangan lompat ke hal kompleks sebelum fondasi rapi.
Software yang Cocok untuk Homelab
Beberapa software populer untuk pemula:

- Proxmox → VM & container
- Docker + Portainer → manajemen container
- Pi-hole → DNS blocker
- Home Assistant → smart home
- TrueNAS → NAS & backup
Mulai dari satu. Kuasai. Baru tambah.
Masalah Umum yang Sering Terjadi
Tenang, semua orang pernah ngalamin ini.
- Server tidak boot → cek RAM & BIOS
- Tidak muncul di jaringan → cek IP & kabel
- Panas berlebih → airflow kurang
- Ribet sendiri → terlalu cepat upgrade
Homelab bukan lomba cepat. Ini maraton.
Upgrade & Scaling
Kalau sudah nyaman:
- Tambah storage
- Tambah node
- Monitoring (Grafana, Prometheus)
- Backup otomatis
Bangun sedikit demi sedikit.
Homelab yang bagus itu berkembang, bukan langsung sempurna.
Biaya, Listrik, dan Keamanan
Hal penting yang harus kamu tahu:
- Homelab menambah biaya listrik
- Server bisa panas dan berisik
- Listrik dan IT bukan mainan
Gunakan UPS, grounding yang benar, dan jangan asal colok.
Intinya adalah Mulai dari yang Sederhana
Homelab bukan soal siapa paling mahal atau paling canggih.
Homelab adalah tentang belajar dengan tangan sendiri.
– Mulai kecil.
– Buat berantakan.
– Perbaiki.
– Ulangi.
Kalau kamu berhasil menyalakan satu server dan memahaminya, kamu udah selangkah lebih maju dari kemarin.
Selamat mencoba, semoga berhasil!