Kapan Harus Menggunakan Rack Server, Close Rack, dan Kapan Menggunakan Wallmount Rack?
Dalam membangun infrastruktur jaringan dan IT, pemilihan rack server tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan ukuran atau jumlah perangkat. Jenis rak yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan perangkat, kondisi ruangan, kebutuhan keamanan, airflow, hingga ruang yang tersedia.
Tiga jenis rak yang umum digunakan adalah rack server, close rack, dan wallmount rack. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.
Lalu, kapan sebaiknya menggunakan rack server, close rack, atau wallmount rack?
Apa Itu Rack Server?
Rack Server merupakan rak yang dirancang untuk menempatkan berbagai perangkat IT dalam format standar 19 inch. Rak ini dapat digunakan untuk server, switch, patch panel, UPS, router, PDU, dan perangkat jaringan lainnya.
Rack Server umumnya digunakan ketika jumlah perangkat cukup banyak dan membutuhkan penataan yang lebih terstruktur. Dengan pemasangan perangkat secara vertikal berdasarkan satuan U, kapasitas rak dapat disesuaikan dengan kebutuhan saat ini maupun rencana pengembangan di masa mendatang.
Untuk kebutuhan ruang server atau infrastruktur IT yang terus berkembang, pemilihan ukuran rack server perlu direncanakan sejak awal agar perangkat tidak cepat memenuhi kapasitas rak.
Kapan Menggunakan Rack Server?
Rack Server cocok digunakan ketika Anda memiliki banyak perangkat yang perlu ditempatkan dalam satu sistem rack. Beberapa kondisi yang cocok menggunakan rack server antara lain:
1. Perangkat IT Berjumlah Banyak
Jika terdapat server, switch, patch panel, UPS, PDU, dan perangkat lainnya dalam jumlah cukup banyak, rack server memberikan ruang pemasangan yang lebih terorganisir.
Perangkat dapat disusun berdasarkan kebutuhan dan posisi sehingga proses instalasi maupun maintenance menjadi lebih mudah.
2. Membutuhkan Kapasitas Rack yang Besar
Rack Server tersedia dalam berbagai pilihan ukuran U. Kapasitas tersebut dapat dipilih berdasarkan jumlah perangkat yang akan dipasang.
Selain menghitung perangkat yang digunakan saat ini, sebaiknya sisakan ruang untuk penambahan perangkat di kemudian hari.
3. Digunakan di Ruang Server atau Data Center
Untuk ruang server, data center, atau area khusus infrastruktur IT, rack server menjadi salah satu pilihan yang tepat karena dapat menampung banyak perangkat sekaligus.
Penggunaan rack juga membantu membuat instalasi kabel dan perangkat menjadi lebih rapi serta mudah dikelola.
Apa Itu Close Rack?
Close rack adalah jenis rak dengan konstruksi tertutup pada bagian samping dan memiliki pintu pada bagian depan serta biasanya bagian belakang.
Desain tertutup memberikan perlindungan tambahan terhadap perangkat yang berada di dalam rack. Close rack banyak digunakan ketika keamanan perangkat, kerapian instalasi, dan perlindungan dari lingkungan sekitar menjadi pertimbangan. Close rack juga dapat membantu membuat area perangkat terlihat lebih rapi karena seluruh perangkat berada di dalam kabinet.
Kapan Menggunakan Close Rack?
Close rack cocok digunakan untuk kondisi yang membutuhkan perlindungan dan pengelolaan perangkat yang lebih baik.
1. Perangkat Membutuhkan Perlindungan Lebih
Jika perangkat berada di lingkungan yang berpotensi terkena debu atau gangguan dari area sekitar, close rack dapat menjadi pilihan.
Pintu dan panel pada kabinet memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap perangkat dibandingkan rack dengan konstruksi yang lebih terbuka.
2. Mengutamakan Keamanan Perangkat
Close rack dapat digunakan ketika perangkat jaringan dan IT perlu ditempatkan pada area yang lebih terlindungi.
Pintu rack juga dapat membantu membatasi akses langsung ke perangkat sehingga pengelolaan perangkat menjadi lebih terkontrol.
3. Menginginkan Instalasi yang Lebih Rapi
Close rack membuat perangkat dan sebagian instalasi berada di dalam kabinet. Hal ini dapat membantu membuat ruang kerja atau ruang server terlihat lebih teratur.
Namun, meskipun menggunakan close rack, airflow tetap perlu diperhatikan. Perangkat aktif seperti server dan switch menghasilkan panas sehingga sirkulasi udara yang baik tetap diperlukan.
Apa Itu Wallmount Rack?
Wallmount rack adalah rack yang dipasang pada dinding dan dirancang untuk menghemat penggunaan ruang lantai.
Wallmount rack umumnya digunakan untuk perangkat jaringan seperti switch, patch panel, router, perangkat CCTV, dan perangkat IT berukuran relatif kecil. Karena dipasang di dinding, wallmount rack sangat cocok untuk ruangan yang memiliki keterbatasan area.
Kapan Menggunakan Wallmount Rack?
Wallmount rack menjadi pilihan yang menarik ketika kebutuhan perangkat tidak terlalu besar dan ruang lantai terbatas.
1. Ruangan Memiliki Area yang Terbatas
Jika tidak tersedia cukup ruang untuk menempatkan rack berdiri di lantai, wallmount rack dapat menjadi solusi.
Rack dipasang pada dinding sehingga area lantai tetap dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.
2. Perangkat Jaringan Tidak Terlalu Banyak
Wallmount rack cocok untuk instalasi yang hanya membutuhkan beberapa perangkat seperti switch, router, patch panel, PDU, perangkat CCTV, modem, atau perangkat jaringan lainnya.
Namun, kapasitas dan kedalaman wallmount rack tetap harus disesuaikan dengan perangkat yang akan dipasang.
3. Digunakan di Kantor, Toko, atau Rumah
Wallmount rack tidak hanya digunakan di lingkungan kantor. Jenis rack ini juga dapat digunakan di rumah, toko, ruang CCTV, ruang komunikasi, maupun lokasi lain yang membutuhkan penataan perangkat jaringan tetapi memiliki ruang terbatas.
Rack Server vs Close Rack vs Wallmount Rack
Secara sederhana, pemilihannya dapat disesuaikan dengan kondisi berikut: gunakan rack server jika Anda memiliki banyak perangkat IT dan membutuhkan kapasitas rack yang besar, gunakan close rack jika perlindungan perangkat, keamanan, dan kerapian kabinet menjadi prioritas, dan gunakan wallmount rack jika perangkat yang digunakan lebih sedikit dan Anda ingin menghemat ruang lantai.
Namun, pemilihan rack tidak cukup hanya berdasarkan jenisnya. Ukuran U, kedalaman, kapasitas beban, jumlah perangkat, kebutuhan kabel, serta airflow juga harus diperhitungkan.
Bagaimana Menentukan Ukuran Rack yang Tepat?
Sebelum membeli rack, buat daftar seluruh perangkat yang akan dipasang. Catat tinggi setiap perangkat dalam satuan U, kemudian hitung total kebutuhan ruang.
Sebagai contoh, jika perangkat yang akan dipasang membutuhkan total 10U, jangan langsung memilih rack 10U. Sebaiknya pertimbangkan ruang tambahan untuk cable management, airflow, serta kemungkinan penambahan perangkat di masa depan. Selain tinggi perangkat, kedalaman perangkat juga penting karena server, UPS, dan perangkat jaringan tertentu memiliki kedalaman yang berbeda sehingga perlu dipastikan sesuai dengan dimensi rack.
Jangan Lupakan Airflow dan Cable Management
Pemilihan rack yang tepat juga harus mempertimbangkan sirkulasi udara dan pengelolaan kabel. Perangkat aktif seperti server dan switch menghasilkan panas ketika beroperasi. Jika rack terlalu penuh dan airflow tidak diperhatikan, panas dapat terakumulasi dan berpotensi memengaruhi kinerja perangkat.
Cable management juga penting agar kabel power dan jaringan tidak menumpuk. Instalasi yang rapi akan memudahkan proses maintenance dan troubleshooting.
Kesimpulan
Rack Server, close rack, dan wallmount rack memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda. Rack Server lebih sesuai untuk kebutuhan perangkat IT dalam jumlah banyak dan membutuhkan kapasitas besar. Close rack cocok ketika perlindungan, keamanan, dan kerapian perangkat menjadi perhatian utama. Sementara itu, wallmount rack cocok untuk instalasi dengan jumlah perangkat yang lebih terbatas dan membutuhkan efisiensi ruang.
Sebelum menentukan pilihan, pastikan Anda sudah mengetahui jumlah perangkat, ukuran U, kedalaman perangkat, kebutuhan kabel, airflow, serta kemungkinan penambahan perangkat di masa depan. Untuk penjelasan lebih lengkap soal karakteristik masing-masing jenis rack, baca juga Jenis-Jenis Rack Server: Wallmount, Open Rack, dan Close Rack.
Jika masih bingung menentukan jenis dan ukuran rack yang sesuai, Anda dapat menggunakan Simulation Configurator Haganerack untuk membantu menyesuaikan konfigurasi rack dengan kebutuhan perangkat dan infrastruktur Anda.
Baca juga: Ruang Server Kecil: Cara Memilih dan Menata Rack Server dari Nol
Ada juga pilihan close rack yang sudah lengkap dengan pendingin dan UPS di dalamnya: Smart Rack All-in-One HaganeRack.
