Open Rack Data Center: Pengertian, Fungsi, Harga, Penjelasan
Dalam ekosistem pusat data modern, efisiensi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan operasional. Standar rak tradisional 19-inci (EIA-310) yang telah mendominasi industri selama puluhan tahun kini menghadapi keterbatasan fisik dalam menangani beban kerja AI, machine learning, dan komputasi awan (cloud) skala besar. Di sinilah Open Rack hadir sebagai revolusi infrastruktur.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa standar Open Rack, terutama yang diinisiasi oleh Open Compute Project (OCP), jadi sebuah standar baru bagi pemilik bisnis dan manajer infrastruktur untuk mencapai efisiensi maksimal.
Apa itu Open Rack Server?
Open Rack adalah standar desain rak pusat data yang mengintegrasikan rak server ke dalam infrastruktur gedung sebagai satu kesatuan sistem. Berbeda dengan rak tradisional yang memperlakukan rak hanya sebagai lemari atau kabinet untuk server independen, Open Rack dirancang untuk mengoptimalkan distribusi daya, pendinginan, dan penggunaan ruang.
Inovasi utama pada Open Rack (khususnya versi terbaru seperti ORv3) adalah penggunaan Busbar 48V DC tunggal di bagian belakang rak.Ini menghilangkan kebutuhan akan unit catu daya (PSU) individu di setiap server, sehingga menyederhanakan arsitektur dan meningkatkan reliabilitas.
Perbedaan Utama: Open Rack vs. Rak Tradisional
| Fitur | Rak Tradisional (EIA-310) | Open Rack (OCP) |
| Lebar Internal | 19 inci | 21 inci |
| Tinggi Satuan | 1U (44.45 mm) | 1 OpenU / OU (48 mm) |
| Distribusi Daya | AC ke setiap server | DC via Centralized Busbar |
| Manajemen Kabel | Kompleks di bagian belakang | Minimalis, akses depan |
Fungsi Utama Open Rack bagi Infrastruktur Bisnis

Bagi seorang pemilik bisnis atau manajer IT, beralih ke Open Rack bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis dengan fungsi berikut:
1. Konsolidasi Daya yang Efisien
Dengan sistem Power Shelf terpusat, konversi daya dari AC ke DC dilakukan satu kali untuk seluruh rak. Hal ini mengurangi panas yang dihasilkan oleh puluhan PSU kecil dan meningkatkan efisiensi energi secara drastis (PUE yang lebih rendah).
2. Optimalisasi Ruang (Density)
Meskipun lebar internal lebih luas (21 inci), lebar eksternal rak tetap di 600mm. Ruang tambahan di dalam digunakan untuk meningkatkan aliran udara (airflow) atau memasang lebih banyak node komputasi dan penyimpanan dalam satu jejak (footprint) yang sama.
3. Aksesibilitas Operasional (Serviceability)
Open Rack dirancang dengan prinsip “Front Access Only”. Semua kabel dan komponen yang memerlukan perawatan dapat diakses dari koridor dingin (cold aisle). Hal ini mempercepat waktu perbaikan (MTTR) dan meminimalisir risiko teknisi bekerja di area panas di belakang rak.
Penjelasan Lengkap Spesifikasi V3 (ORv3)
Sebagai referensi teknis yang digunakan oleh perusahaan global, standar ORv3 membawa beberapa peningkatan krusial:
- Input Daya Fleksibel: Mendukung input fase tunggal atau tiga fase, memberikan fleksibilitas bagi manajer fasilitas dalam mendistribusikan beban listrik.
- Kapasitas Beban: Dirancang untuk menopang beban statis hingga 1.400 kg atau lebih, mendukung kepadatan server GPU yang berat untuk kebutuhan AI.
- Kesiapan Pendinginan Cair (Liquid Cooling): ORv3 memiliki ruang khusus untuk manifolds pendingin cair, mengantisipasi masa depan di mana air cooling tidak lagi cukup untuk mendinginkan prosesor dengan TDP tinggi.
Analisis Biaya (Harga) dan ROI
Bicara mengenai harga, investasi pada Open Rack perlu dilihat dari dua sisi: CAPEX (Belanja Modal) dan OPEX (Biaya Operasional).
Struktur Biaya
Harga satu unit Open Rack sangat bervariasi tergantung pada:
- Kapasitas Power Shelf: Apakah mendukung 15kW, 18kW, atau hingga 33kW?
- Konfigurasi Node: Jumlah compute node (server) dan storage node yang dipasang.
- Aksesori: Keberadaan BBU (Battery Backup Unit) di tingkat rak.
Secara estimasi, biaya awal mungkin 15-20% lebih tinggi dibandingkan rak komoditas biasa karena material busbar tembaga berkualitas tinggi dan sistem daya terpusat. Namun, penghematan muncul pada:
- Pengurangan Tagihan Listrik: Efisiensi konversi daya DC menghemat biaya listrik bulanan secara signifikan.
- Biaya Perawatan: Kemudahan servis mengurangi jam kerja teknisi.
- Siklus Hidup: Rak dapat digunakan kembali untuk beberapa generasi server (cukup ganti node-nya saja).
Jadi, Apakah Bisnis Anda Membutuhkannya?
Open Rack adalah solusi ideal jika bisnis Anda:
- Mengelola pusat data dengan skala lebih dari 10 rak.
- Menjalankan beban kerja intensif yang membutuhkan daya tinggi per rak (>15kW).
- Memiliki target keberlanjutan (Sustainability) untuk mengurangi jejak karbon (green data center).
Bagi manajemen, Open Rack bukan sekadar komponen fisik, melainkan investasi dalam kelincahan bisnis. Dengan standar terbuka, Anda tidak lagi terjebak pada satu vendor (vendor lock-in), memberi Anda kendali penuh atas ekosistem perangkat keras Anda.