Wallmount vs Close Rack: Bagusan Mana untuk Startup?
Jangan salah pilih rak server! Bandingkan kelebihan Wallmount vs Close Rack untuk startup. Analisis biaya, skalabilitas, dan risiko downtime berdasarkan standar ASHRAE & IDC.
Dalam fase awal-awal membangun sebuah start-up, pengeluaran atau Capital Expenditure (CapEx) sangat penting dan krusial, khususnya untuk jangka panjang keberlangsungan bisnis.
Berbedaan spek infrastruktur IT sekecil apapun sangat berpengaruh apalagi bagi start-up yang bergerak di sektor fintech, hingga edutech. Kebutuhan latensi rendah melalui edge computing, fisik infrastruktur tetap menjadi benchmark utama.

Biasanya topik debat bukan lagi “apakah kita butuh rak server?”, tapi “rak jenis mana yang tidak akan menghambat pertumbuhan perusahaan dalam 24 bulan ke depan?”
Yuk kita langsung bahas biar anda dapat jawabannya.
Wallmount Rack: Bagus untuk Ruang yang Terbatas

Bagi startup yang beroperasi di ruko atau co-working space, ruang yang luas adalah sebuah kemewahan.
Wallmount rack menawarkan solusi pemasangan vertikal yang menempel di dinding, biasanya memiliki kapasitas antara 6U hingga 15U.
Baca juga: Rak Server Dinding jadi Alternatif untuk Ruangan Terbatas
Kenapa Harus Pilih Jenis Rak Ini
Jika infrastruktur Anda saat ini hanya terdiri dari:
- Router dan Core Switch.
- Patch Panel untuk distribusi LAN kantor.
- NVR untuk CCTV.
- Micro-server atau NAS (Network Attached Storage) berukuran kecil.
Penting untuk Diketahui: Tinjauan Teknis & Keamanan
Secara struktur, Wallmount Rack dirancang untuk beban terdistribusi ringan hingga menengah. Berdasarkan standar teknis perangkat keras (seperti seri HR645SDG), kapasitas beban maksimal yang disarankan adalah 60 kg. Namun, angka ini hanya berlaku jika sistem pengikat (anchoring) pada dinding terpasang sempurna.
Analisis Rekayasa Struktur: “Kegagalan instalasi pada rak dinding sering kali bukan disebabkan oleh kegagalan material rak itu sendiri, melainkan rendahnya kekuatan geser dan cabut pada material dasar dinding (seperti gipsum atau bata ringan) dalam menahan beban torsi (momen gaya) dari perangkat yang berat,” menurut pakar dari sistem pengikat bangunan (Fastening Technology Standards).
Jika Anda merencanakan pemasangan rak pada dinding gipsum atau bata ringan, sangat disarankan untuk:
Faktor Keamanan: Mempertimbangkan penggunaan support bracket tambahan jika beban mendekati ambang batas maksimal.
Distribusi Beban: Mencari posisi stud (rangka metal atau kayu) di balik gipsum sebagai titik tumpu utama.
Spesifikasi Anchor: Menggunakan toggle bolts khusus untuk gipsum atau fischer nilon ekspansi tinggi yang dirancang khusus untuk bata ringan (ALC/Hebel).
| Jenis Material Dinding | Jenis Pengikat (Anchor) | Estimasi Beban Aman (per Titik) | Rekomendasi Penggunaan |
| Gipsum (Drywall) | Plastic Hollow Wall Plug | 5 – 10 kg | Hanya untuk aksesori ringan (router/switch kecil). |
| Gipsum (Drywall) | Toggle Bolt (Baut Payung) | 15 – 25 kg | Wajib jika tidak ada stud rangka di belakang gipsum. |
| Bata Ringan (Hebel) | Standard Nylon Plug | 10 – 20 kg | Berisiko longgar karena sifat material yang porus. |
| Bata Ringan (Hebel) | Universal Nylon Anchor (UX/Fischer) | 30 – 40 kg | Pilihan terbaik untuk beban menengah pada bata ringan. |
| Bata Merah / Beton | Dynabolt (Expansion Anchor) | 50 – 100+ kg | Standar utama untuk beban berat (Server/UPS). |
Close Rack: Kuat, Lebih Cocok untuk Tugas Berat

Close Rack atau Floorstanding Rack adalah standar emas bagi startup yang sudah mulai mengoperasikan server fisik sendiri (Rackmount Server) atau memiliki kebutuhan penyimpanan data lokal yang masif.
Mengapa Close Rack Menjadi Standar Enterprise?
Berbeda dengan Wallmount atau rak dinding, Close Rack di instal di atas lantai (biasanya dengan roda dan kaki penyeimbang) dan mampu menampung beban hingga 1.000kg – 1.500kg. Kapasitasnya luas, mulai dari 20U hingga 48U, dengan kedalaman (depth) mencapai 1.000mm hingga 1.200mm.
Penting: Termal dan Sirkulasi Udara
Satu hal yang sering diabaikan manajer startup adalah manajemen panas. Berdasarkan white paper ASHRAE TC 9.9 (Thermal Guidelines for Data Processing Environments), menjaga suhu udara masuk (inlet) antara 18°C hingga 27°C adalah krusial untuk mencegah automatic shutdown pada server.

Close Rack unggul dalam hal ini karena:
- Perforated Doors: Pintu depan dan belakang berlubang memungkinkan aliran udara bebas.
- Vertical Airflow: Ruang interior yang luas mencegah penumpukan kantong panas (hot spots).
- Active Cooling: Memungkinkan pemasangan unit kipas (fan tray) yang lebih bertenaga di bagian atap.
Perbandingan: Wallmount Rack vs Close Rack
| Parameter | Wallmount Rack | Close Rack |
| Kapasitas Beban | Rendah (Max ~90kg) | Sangat Tinggi (Max ~1.500kg) |
| Skalabilitas | Terbatas (Sulit ditambah) | Tinggi (Modular & Luas) |
| Keamanan Fisik | Menengah (Mudah dijangkau) | Tinggi (Terkunci rapat & berat) |
| Sirkulasi Udara | Pasif / Terbatas | Aktif & Teroptimasi |
| Estimasi Harga | Rp 1,5 Juta – Rp 5 Juta | Rp 8 Juta – Rp 25 Juta++ |
Keamanan & Skalabilitas
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait efisiensi biaya dan keamanan data, diantaranya adalah:
Aspek Keamanan Fisik (Security)
Close Rack lebih unggul jika startup/perusahaan memiliki server fisik yang berisi data sensitif, karena aksesnya bisa dikunci total dari semua sisi (depan, belakang, samping).
Sedangkan Wallmount lebih cocok untuk perangkat jaringan (Switch/Patch Panel) yang aksesnya lebih sering dilakukan di sisi depan saja.
Efisiensi Pendinginan (Cooling System)
Close Rack memiliki ruang udara (airflow) yang lebih luas untuk server yang panas, sementara Wallmount terbatas. Jika startup menggunakan server tipe high-performance, Wallmount berisiko membuat perangkat cepat overheat.
Panduan Memilih Kapasitas (U Size)
Startup seringkali “salah beli” karena hanya menghitung kebutuhan saat ini. Tambahkan rumus sederhana:
Total Unit (U) = Perangkat Saat Ini + Cadangan Ekspansi (20-30%)
Misal: Jika butuh 6U sekarang, lebih baik membeli minimal 9U agar tidak perlu bongkar pasang saat menambah perangkat di tahun depan.
Aspek Estetika Kantor
Startup biasanya peduli dengan desain interior kantor. Tekankan bahwa Wallmount Rack adalah solusi “Space-Saving” untuk kantor minimalis (Co-working space atau ruko kecil) karena tidak memakan floor space.
Waspada “Technical Debt”
Technical Debt (utang teknis) adalah sebuah konsep di mana kita mengambil “jalan pintas” atau keputusan yang cepat demi mengejar target launching atau efisiensi biaya jangka pendek, namun menciptakan beban kerja tambahan di masa depan.
Sebagai manager atau owner, Anda harus waspada. Membeli Wallmount seharga Rp 2 Juta sekarang mungkin terlihat hemat. Namun, jika dalam 12 bulan ke depan Anda harus beralih ke Close Rack karena penambahan server dual-socket yang berat, Anda akan mengeluarkan biaya tambahan untuk:
- Pembelian rak baru.
- Biaya migrasi/downtime (pemindahan kabel).
- Risiko kerusakan hardware saat proses pindah.
Penelitian dari IDC (International Data Corporation) menunjukkan bahwa biaya unplanned downtime bagi startup bisa mencapai ribuan dolar per jam. Memilih rak yang salah adalah risiko downtime yang tidak perlu. (sumber: The Cost of Downtime in Datacenters and the Preventative Measures to Alleviate – Rob Brothers IDC)
Mana yang Harus Anda Pilih?
Memilih antara Wallmount dan Close Rack bukanlah soal mana yang lebih canggih, melainkan soal menyelaraskan infrastruktur dengan fase pertumbuhan startup Anda.
Pilih Wallmount Rack Jika:
- Fase Startup: Early-stage atau Bootstrapping.
- Kebutuhan: Hanya untuk perangkat jaringan (Router, Switch, WiFi Controller, Patch Panel).
- Ruang: Kantor kecil atau ruko tanpa ruang server khusus.
- Budget: Terbatas dan ingin menekan CapEx di bawah Rp 5 juta.
- Kapasitas: Total berat perangkat tidak akan melebihi 50-60kg dalam 2 tahun ke depan.
Pilih Close Rack Jika:
- Fase Startup: Growth-stage (Series A ke atas) atau startup fintech/SaaS yang mengelola server fisik sendiri.
- Kebutuhan: Menampung Rackmount Server (seperti Dell PowerEdge atau HP ProLiant), UPS besar, dan Storage Array.
- Keamanan: Membutuhkan kepatuhan standar industri (seperti ISO 27001) yang mewajibkan perangkat terkunci rapat dan terlindungi secara fisik.
- Skalabilitas: Anda berencana menambah kapasitas hardware secara bertahap tanpa ingin repot melakukan migrasi ulang.
- Efisiensi: Anda peduli pada umur hardware. Seperti yang ditekankan dalam Standar ASHRAE, manajemen suhu yang presisi di dalam Close Rack akan memperpanjang usia investasi server Anda.
Sesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan perusahaan anda, hubungi kami, konsultasi gratis!